Kusampaikan perasaan ini dalam sebuah Game

Liyla

Rilis pada tanggal 19 Mei 2016, Telah melewati satu tahun game liyla and the shadow of war bertengger di google play store  dan sekarang sudah mencapai 500ribu pendownload. Karya yang luar biasa, sebuah game dengan alur cerita yang singkat namun memiliki makna mendalam dalam ceritanya. Rasheed Abueideh dari Palestina yang merupakan seorang pengembang game ingin menyampaikan pengalaman pahit yang terjadi dalam konflik di palestina.

“Mengapa saya membuat game ini?. Aku adalah ayah dengan dua anak, tak bisa kubayangkan hidupku tanpa mereka, tapi di Palestina tidak ada yang aman.

Ketika perang terjadi di Gaza dan aku shock melihat pemandangan anak-anak yang terbunuh sedang digendong oleh orangtua mereka, aku memiliki firasat buruk, yang menyatu dengan kesedihan, empati, takut, dan marah, yang bisa kupikirkan hanyalah bagaimana bila hal itu terjadi padaku.

Aku telah memilih untuk membagi perasaan ini dalam sebuah game yang mampu menyampaikan pesan bagaimana tinggal di Palestina dalam situasi ini

Ini bukan hanya sebuah game, Ini kasus dan panggilan pertolongan”

Begitulah kata-kata Rasheed Abueideh terkait game buatanya.

Game yang menarik emosi kita, perasaan yang campur-aduk seakan-akan kita dibawa dalam situasi yang demikian pelik. Dari penyampaian cerita dalam game tersebut, Liyla and the shadow of war menjuarai penghargaan IMGA Middle East North Africa – WINNER  of Excellence in Story Telling.

Dan satu lagi fakta tentang game Liyla and the shadow of war. Game ini sempat ramai diperbincangkan lantaran di tolak Apple untuk ditampilkan di app store mereka. Mereka berdalih bahwa Liyla and the shadow of war bukanlah sebuah game. Namun berkat desakan dari berbagai pihak, Apple pada akhirnya merevisi keputusannya.

Penasaran seperti apa gamenya? Liyla and The Shadow of War tersedia di Google Playstore dan App Store.

 

Yuk kita dukung produk Rasheed Abueideh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *