Berani teriak takbir!?

Oleh : ELF

“ …

Dan kita yakin saudara-saudara
pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita
sebab Allah selalu berada di pihak yang benar
percayalah saudara-saudara
Tuhan akan melindungi kita sekalian

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
MERDEKA!!! “

 

Begitulah bait terakhir dari pidato bung Tomo, dengan begitu gagah dia teriakan takbir. Sebuah kalimat yang membakar semangat juang rakyat Surabaya. Hingga meletuslah pertempuran Surabaya ( peristiwa 10 November ) antara Indonesia dengan Inggris Raya.

 

Perjuangan – perjuangan Indonesia dengan penjajah tidak lepas dari menyeru kalimat yang membesarkan nama tuhannya. Aneh, dijaman sekarang ini, hal tersebut malah menjadi indikasi sebagai ‘Teroris’. Begini, coba kembali kita cek dalam kamus besar bahas Indonesia.

 

teroris/te·ro·ris/ /téroris/ n orang yang menggunakan kekerasan untuk menimbulkan rasa takut, biasanya untuk tujuan politik

 

Mana yang menyebutkan bahwa teroris itu berteriak takbir?.

 

Semua polisi yang beragama Islam, mengucapkan takbir dalam shalatnya. Apa mau, mereka yang menjadi petugas keamanan disebut sebagai teroris?. Maka kalimat takbir tersebut tidak pantas disebut sebagai indikator ‘Teroris’. Dari awal sudah jelas penggunan kalimat tersebut mempunyai kepemilikan yang global bahkan dari lembaga kepolisian itu sendiri.

 

Sungguh, hal seperti ini sangat lah tidak elok, menghinakan, dan memojokkan agama Islam. Seakan-akan teroris sudah pasti Islam pelakunya,bahkan para pelaku teror seperti yang terjadi di Papua tidak pernah dilabeli sekelas “Teroris”.

 

Hal ini tidak bisa diterima dan itu sudah pasti penghinaan terhadap agama Islam.

 

Berjuta-juta umat Islam dari berbagai penjuru dunia mengucapkan kalimat takbir. Hal tersebut kami ucapakan sebagai bentuk bahwa betapa lemahnya kami, tidak ada kekuatan yang mampu menandingi Dzat yang maha Agung dan Adil. Sebuah ucapan rindu, lantang namun terdengar lembut untuk mengatakan kepada yang memiliki langit dan bumi. Terus diucapakan, tiada henti, hingga dibawa ruh ini untuk menjejaki kerajaan langit-Nya.

 

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاء فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿٧٤﴾

 

Dan mereka mengucapkan: “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga di mana saja yang kami kehendaki; maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal”. ( Az – Zumar : 74)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *